Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
Casino Online
Bandar Sakong
Casino Online
Bandarq
Agen Bola
 BANDAR CEME TERBAIK INDONESIA
AGEN POKER ONLINE
AGEN JUDI POKER ONLINE
AGEN DOMINO ONLINE
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Space Iklan
Space Iklan

Sempat mewarnai pasar otomotif Tanah Air, Renault kemudian tak terdengar gaungnya. Awal 2019 ini Renault kembali mencoba peruntungannya untuk ikut bertarung di pasar Indonesia.

Sebagai permulaan, Agen Pemegang Merek (APM) baru yang membyong Renault, PT Maxindo Renault Indonesia (MRI) akan membawa MPV harga terjangkau berkapasitas 7-penumpang.

“Dalam waktu dekat kami membawa MPV 7-seater dengan harga yang sangat terjangkau,” ujar COO MRI, Davy J Tuilan, di Jakarta, Senin (21/1/2019) seperti dikutip dari Liputan6.com.

Renault Lodgy saat GIIAS 2015 (Liputan6.com)

Tapi soal model apa, Davy belum mau membocorkan detail MPV 7-penumpang itu. Jika merujuk pada pernyataan tersebut, Renault Lodgy yang memang sudah pernah mejeng di GIIAS 2015 lalu, mungkin adalah jawabannya.

Seperti diketahui, Renault Lodgy dibekalidengan mesin berkode K9K, berkapasitas 1,5L yang mampu menghasilkan dua varian tenaga. Pertama 83,8 hp dan kedua 108,4 hp. Mesin ini sama dengan Renault Duster yang lebih dulu diperkenalkan.

Selain Lodgy, Renault juga memiliki model lain yang merujuk pada pernyataan tersebut. MPV bernama RBC itu bahkan beberapa kali terpergok sedang tes jalan di India, dan seperti biasa tak meninggalkan jubah kamuflasenya. Menurut informasi yang beredar, RBC menggunakan platform CMF-A yang diturunkan dari Kwid.

Jika memang model ini yang diboyong, belum diketahui apa strategi MRI, khususnya agar harga bisa kompetitif. Langkah paling memungkinkan adalah dengan memanfatkan aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi.

Mengingat Mitsubishi dan Nissan memiliki pabrikdi Indonesia, Renault pun bisa memproduksi unit secara lokal, sehingga harga bisa bersaing.

Namun hal ini langsung dibantah Guillaume Sicard, Vice President Sales & Marketing Renault Asia Pasific. Dirinya menyebut bahwa pihak Renault belum memiliki proyek untuk perakitan di fasilitas Nissan atau Mitsubishi di Indonesia.