Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
Casino Online
Bandar Sakong
Casino Online
Bandarq
Agen Bola
 BANDAR CEME TERBAIK INDONESIA
AGEN POKER ONLINE
AGEN JUDI POKER ONLINE
AGEN DOMINO ONLINE
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Space Iklan
Space Iklan

Mazda diam-diam mengadakan kampanye servis, yang sebenarnya termasuk urusan recall. Program perbaikan gratis yang antara lain bertalian dengan masalah global airbag Takata itu pasalnya juga menyentuh problem-problem lain.

Yang menjadi persoalan adalah jika konsumen justru tidak tahu dengan kampanye ini. Pasalnya, kampanye disebut bersifat proaktif. Konsumen diharapkan mengecek sendiri nomor rangka kendaraannya (VIN) di situs yang sudah mereka sediakan.

Lalu bagaimana jika konsumen tidak tahu dengan program yang mencakup recall ini? Igor Panjaitan selaku Costumer Service Director Mazda Indonesia menjelaskan bahwa sebenarnya pihaknya sudah menghubungi tiap konsumen berdasarkan data servis rutin.

Mazda 2 (Nazarudin Ray)

“Telepon ke konsumen, pasti. Program servis dari dulu-dulu sudah ada. Cuma yang sekarang ada medianya. gratis,” kata dia.

Lantas bagaimana jika konsumen tidak servis di bengkel resmi yang akibatnya tidak tercatat untuk dihubungi?

“Kalau dia datang servis, pasti akan dicek VIN-nya apa yang perlu diupdate. Kalau misalnya dia tidak datang-datang ke tempat servis sekian lama, ya konsumen harus punya tanggung jawab juga,” kata dia.

Dia kemudian menganalogikan hal ini dengan garansi kendaraan yang didasari pada kewajiban servis berkala supaya layanan tersebut tidak hangus.

Mazda 2 (Nazarudin Ray)

“Contoh garansi, itu kan bisa gugur kalau tidak mengikuti histori. Dia harus servis 1.000 km, 3.000 km, 10.000 km. 30.000 km, tetapi tiba-tiba, maaf, setelah servis 1.000 km, selanjutnya dia servis di luar atau lupa servis, pasti itu gugur. Jadi harus ada kerja sama, antara konsumen dan kita,” tambahnya lagi seraya menyebut kalau 70-80 persen mobil konsumennya sudah diperbaiki.