Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
Casino Online
Bandar Sakong
Casino Online
Bandarq
Agen Bola
 BANDAR CEME TERBAIK INDONESIA
AGEN POKER ONLINE
AGEN JUDI POKER ONLINE
AGEN DOMINO ONLINE
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Space Iklan
Space Iklan

Save Our Soccer (SOS) angkat bicara soal tuduhan bahwa salah seorang anggota Komite Eksekutif PSSI, Hidayat, tersangkut kasus pengaturan pertandingan. Lembaga yang concern dengan pembenahan tata kelola sepak bola Indonesia ini menyebut Hidayat layak dapat hukuman berat jika memang terbukti ikut dalam perbuatan lancung tersebut.

“Bila Hidayat memang terlibat untuk pengaturan skor, maka layak dihukum seumur hidup,” ujar Koordinator SOS, Akmal Marhali

“Pelaku pengaturan skor lebih jahat dari sepak bola gajah,” sambungnya.

Menurut Akmal, hukuman bagi para pelaku pengaturan skor tak boleh hanya terbatas dalam hukum sepak bola. Pasalnya, menurut pria 40 tahun tersebut, pengaturan skor juga bisa dijerat dengan hukum pidana.

“Pelakunya bisa dihukum sampai lima tahun penjara dan denda Rp 15 juta,” tuturnya.

“Setelah dinyatakan bersalah di ranah football family dan terbukti, maka pssi harus masukkan itu sebagai pengaduan ke ranah hukum positif,” mantan jurnalis olahraga ini menambahkan.

Lebih lanjut, menurut Akmal, ada hal lain yang bisa dilakukan jika Hidayat terbukti terlibat dalam skandal tersebut. Ia bisa dijadikan semacam whistleblower untuk menguak siapa aktor di balik layar pengaturan skor.

“PSSI harus berani mengusut tuntas sampai akarnya,” pungkas Akmal.

Sebelumnya, tudingan bahwa Hidayat terlibat dalam pengaturan skor terlontar dari mulut Manajer Madura FC, Januar Herwanto pada acara Mata Najwa, di salah satu stasiun televisi swasta, Rabu (28/11). Menurut Januar, Hidayat sempat merayu timnya untuk terlibat dalam pengaturan skor pada Babak Delapan Besar Liga 2 musim 2018, kontra PSS Sleman.

Januar mengaku menerima telepon, yang meminta Madura FC mengalah dari PSS. Si penelepon siap memberikan upah sebesar Rp100 juta jika Madura FC mau mengalah.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi oleh Najwa Shihab, sang presenter pada acara tersebut, Hidayat tak mengkonfirmasi tudingan yang dialamatkan padanya. Ia berkelit dan menyebut bahwa Madura United adalah klubnya juga.

Namun, Hidayat sempat menyebut siap menerima hukuman jika memang terbukti terlibat. Ia memastikan akan mundur dari jabatannya apabila terbukti.

“Saya siap bertanggung jawab. Kalau saya terbukti melakukan pengaturan skor, tidak usah dipanggil komdis saya akan mengundurkan diri,” tandasnya.