Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
Casino Online
Duniavegas Bandar Bola Online Terpercaya
Agen Togel Online Terpercaya Indodingdong
 Slot Kosong
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Space Iklan
Space Iklan

Cristiano Ronaldo baru saja membantu Juventus meraih gelar juara Serie A 2018/19 setelah mengalahkan Fiorentina dengan skor 2-1 pada Sabtu (20/4) malam WIB. Ini merupakan gelar pertama yang diraih Ronaldo sejak bergabung dengan Juventus.

Trofi itu membantu Ronaldo mencatatkan namanya dalam buku sejarah. Sebelumnya, Ronaldo sukses menjuarai Premier League saat masih membela Manchester United, dan menjuarai La Liga bersama Real Madrid. Kini, dia melakukannya bersama Juventus.

Tercatat, Ronaldo merupakan pemain pertama sepanjang sejarah yang sukses menjuarai tiga liga top Eropa: Premier League, La LIga, dan Serie A. Kesuksesan ini lantas menuntun Ronaldo pada label GOAT alias Greatest of All Time.

Ronaldo cukup efektif musim ini, dengan 19 gol di liga. Namun, dia masih kalah dari Fabio Quagliarella yang unggul tiga gol dalam daftar top scorer sementara.

Kepindahan Ronaldo mungkin membantu Juve menjuarai Serie A musim ini. Benarkah demikian? Menukil Goal internasional, baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya

Layak Diperdebatkan

Peran Ronaldo dalam membantu Juve menjuarai Serie A musim ini patut diperdebatkan. Benarkah dia telah mendongkrak kekuatan Juve?

Juve sebenarnya sudah menjadi favorit juara bahkan sebelum mereka mendatangkan Ronaldo. Kehadiran mantan pemain Madrid ini hanya sedikit menghapus kemungkinan gagal sisanya.

Sebagai tambahan, gelar ini merupakan gelar kedelapan beruntun yang diamankan Juve. Mereka bahkan meraihnya dengan lima laga sisa. Sepanjang musim ini, tak pernah sekali saja Juve terlihat bakal gagal mengamankan gelar juara.

Kehadiran Ronaldo memang mendongkrak kekuatan Juve, tetapi apakah dia benar-benar signifikan pada keberhasilan jadi juara liga musim ini?

Liga Champions Jadi Bukti

Bicara soal Serie A berbeda dengan Liga Champions, di mana tantangan Ronaldo sebenarnya berada. Ya, dia didatangkan untuk membantu Juve menjuarai Liga Champions, bukan cuma Serie A (yang jelas bisa diraih Juve tanpa bantuan Ronaldo).

Sayangnya, Juve belum benar-benar moncer di Liga Champions musim ini. Dampak Ronaldo belum benar-benar bekerja. Terbukti, hanya dua kali Juve tampil impresif di Liga Champions musim ini sebelum diusir Ajax: kemenangan 1-0 dari MU di fase grup; dan kemenangan impresif 3-0 dari Atletico Madrid di 16 besar.

Ronaldo, jelas, merupakan bintang utama saat Juve menghajar Atletico. Dia mencetak hattrick yang sesuai dengan harga dan motif di balik transfernya.

Menjadi pemain pertama yang menjuarai tiga liga top Eropa jelas merupakan pencapaian luar biasa bagi Ronaldo – ini menegaskan kemampuan serbabisa Ronaldo dan kemauannya beradaptasi di klub baru – tetapi jika melihat kompetisi minim di Serie A, gelar ini tidak banyak membantu Ronaldo untuk mengklaim label peman terbaik sepanjang masa.

Berangkat dari pemahama itu, menjuarai Liga Champions dengan tiga tim berbeda merupakan tantangan sesungguhnya bagi Ronaldo. Dia punya utang membantu Juve jadi juara Eropa.