Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
Casino Online
Duniavegas Bandar Bola Online Terpercaya
Agen Togel Online Terpercaya Indodingdong
 Slot Kosong
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Space Iklan
Space Iklan

Andrew Robertson menyempatkan diri berbincang soal pengalaman pertamanya berlatih bersama Liverpool, yang berjalan dengan kurang menyenangkan. Bek asal Skotlandia itu mengaku sempat mengalami muntah-muntah parah pada sesi latihan.

Robertson direkrut dari Hull City pada tahun 2017 dengan mahar sebesar delapan juga pounds saja. Mungkin, tak ada yang menyangka bahwa bek berumur 25 tahun itu menjelma jadi salah satu bek kiri terbaik di dunia saat ini.

Total 47 pertandingan telah ia lakoni di semua kompetisi musim ini. Dari sejumlah penampilan tersebut, Robertson berhasil menghasilkan 13 assist. Catatan apik itu jarang bisa ditemukan dalam diri seseorang yang berposisi sebagai pemain bertahan.

Kisah Hari Pertama Robertson

Final Liga Champions untuk kedua kalinya dan menjadi runner-up Premier League sudah cukup menggambarkan betapa indahnya musim Robertson bersama Liverpool. Tapi, semuanya itu didapatkan dengan perjuangan yang tidak kalah besarnya.

Robertson mengenang kembali masa-masa dirinya baru mendarat di Anfield tahun 2017 silam. Pada hari pertama, kepercayaan dirinya hilang sampai dirinya harus muntah-muntah.

“Saya harus ke Melwood untuk melakukan tes laktat. Saya berlari dengan Danny Ings, dan setelah mengelilingi lapangan beberapa lap, saya merasa ada yang salah dengan perut saya,” cerita Robertson dalam tulisannya di The Players’ Tribune.

“Saya tahu ini bisa menjadi buruk, tapi apa yang bisa dilakukan? Saya terus berlari. Beberapa menit setelahnya, saya bertekuk lutut dan memuntahkan seluruh isi perut di lapangan Melwood,” lanjutnya.

“Ini tempat suci. Ini tempat semua legenda berlatih. King Kenny. Rushie. Stevie Gerrard. Dan saya, seorang pemuda dari Glasgow, muntah di hadapan staf medis Liverpool,” sambungnya.

Beruntung Ada Klopp

Untungnya, Robertson punya pelatih yang baik hati seperti Klopp. Ia mengaku pria asal Jerman tersebut telah menumbuhkan kepercayaan dirinya yang sempat hilang.

“Hari berikutnya, saya bertemu pelatih dan mendengar tawanya dari jauh. Dia pastinya telah mendengar soal tes saya,” tambah Robertson.

“Saya berbalik dan dia berjalan ke arah saya, mengusap perutnya dan menunjuk ke arah saya. Staf di belakangnya juga tertawa. Lalu dia memeluk saya dengan erat. Setelahnya, saya merasa lebih tenang,” tandasnya.

Dan sekarang, Robertson sedang menjalani persiapan untuk melakoni laga final Liga Champions kontra Tottenham. Pertandingan itu sendiri bakalan berlangsung pada hari Minggu (2/6) dini hari nanti di stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol.