Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
Casino Online
AFAPOKER
RGOBET
Bandar Sakong
Casino Online
Bandarq
Agen Bola
Texaspoker
Wigobet
 BANDAR CEME TERBAIK INDONESIA
AGEN POKER ONLINE
AGEN JUDI POKER ONLINE
AGEN DOMINO ONLINE
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Space Iklan
Space Iklan

Dunia otomotif juga tak lepas dari skandal yang merugikan internal perusahaan. Selain itu juga tentu berimbas pada para konsumen dan investor.

Seperti beberapa pabrikan otomotif yang tersandung masalah hingga harus rela nilai sahamnya turun dan didenda dengan nilai yang fantastis. Berikut skandal otomotif terheboh yang terjadi selama 2018.

1. Dieselgate Volkswagen

VW Group (Carscoops)

Kasus ini bermula pada September 2015. Pabrikan Jeman ini melakukan pelanggaran pada penegmbangan powertrain secara berulang dan jangka waktu yang lama. Setidaknya sudah ada 10,7 juta kendaraan yang diproduksi mulai pertengahan 2007 hingga 2015 yang menggunakan platform ini. Mesin diesel dengan fungsi piranti lunak yang tak diizinkan itu berkode EA288 (generasi ketiga) dan EA189.

Akibat skandal ini, Volkswagen harus rela membayar denda maksimum sebesar EUR 5 juta atau setara Rp 82 miliaran (menggunakan kurs Eropa saat itu, Juni 2018) dan pengabaian manfaat ekonomi sebesar EUR 995 juta atau Rp 16 triliunan.

2. Audi Didenda Rpp 14 Triliun dan Pecat CEO

Skandal dieselgate Volkswagen juga berimbas pada anak perusahaannya, Audi. Bahan karena skandal ini, CEO Audi, Rupert stadler turut dipecat. sebab, Stadler dikabarkan tidak mau diajak bekerja sama, bahkan cenderung menghalangi proses penyelidikan. Sebelumnya, CEO VOlkswagen, Martin Winterkom yang diketahui memiliki hubungan baik dengan Stadler juga dipecat pada September 2015.

Rupert Stadler (carmagazine.co.uk)

Sama halnya dengan Volkswagen, Audi juga tak bisa menghindar dari denda pihak berwenang. Jumlahnya pun tak kalah fantastis, pada 16 Oktober 2018 Audi didenda EUR 800 juta atau Rp 14 triliunan (Kurs Euro saat itu, Oktober 2018). Saat itu, Jaksa di Munich pun mempertimbangkan hukuman yang sama untuk Audi, seperti VW.

3. Charlos Ghosn Dipecat

CEO Renault-Nissan-Mitsubishi, Carlos Ghosn ditangkap di Jepang dengan tuduhan tidak melaporkan kompensasi penuh. Ghosn ditangkap bersama dengan Direktur Perwakilan Greg Kelly. Menurut Whistleblower, yang dilansir Carscoops, Nissan telah mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan penyelidikan internal yang melibatkan Ghosn dan Kelly selama bertahun-tahun.

Media lokal menyebutkan bahwa Ghosn dituduh tidak melaporkan sekitar JPY 5 miliar atau setara dengan Rp 648,7 miliaran (Kurs JPY 1 = Rp 129) pendapatan dalam kurun waktu 5 tahun. Hal ini juga dibarengi dengan pelanggaran lain dari Undang-Undang keuangan Jepang. Buntutnya, Ghosn dipecat oleh Nissan meskipun Renault ternyata masih mempertahankannya.